Rasanya sudah lama aku tidak pernah berjumpa becanda dan tersenyum bersama. Aku merasa bersalah sudah pernah melupakan mu dari memoriku. Maaf kan aku yang pernah jauh darimu. Maafkan aku karena sudah percaya cerita orang lain daripada dirimu. Padahal aku tau siapa dirimu yang sebenarnya. Maafkan karena aku merasa enggan untuk menegurmu, padahal aku tau kau ingin bisa kita berbicara seperti dahulu. Maafkan aku karena pernah berpikir buruk tentang mu.
Sekarang apakah kita masih bisa berteman? Apakah kita bisa bercanda lagi seperti dulu? Ku harap masih bisa. Walaupun tidak bisa aku akan melakukan apapun supaya kita bisa seperti dulu lagi.
Aku tidak bisa mengulang waktu. Tapi aku berjanji akan menjadi teman yang baik. Aku berjanji akan selalu menyayangi mu. Dan takkan meninggalkan mu lagi.
Jumat, 11 Juni 2010
Teman Lama…
Diposting oleh Rizki Blog di 00.18 0 komentar
Minggu, 30 Mei 2010
Semua Manusia Itu Artis
Percaya ga klo sebetulnya kita ini artis...
Pasti ga percaya. Tapi itulah kita manusia. Kita ini artis yang sedang memainkan lakon yang di buat oleh Tuhan. Seperti sinetron atau film pada umumnya, kita merencanakan sesuatu hal. Tetapi terwujud atau tidak nya tergantung pada Tuhan pemilik dari industri film dunia.
Kita tidak bisa memaksakan kehendak kita. Yang dapat kita lakukan hanya berusaha sekuat tenaga dan tetap memainkan lakon kita sampai Tuhan menyatakan bahwa lakon kita selesai atau tamat.
Jadi yang punya cita-cita jadi artis tapi ga kesampaian jangan nangis. Karena sebetulnya kita sudah jadi artis. Kita juga akan dapat penghargaan seperti artis pada umumnya. Bukan surga. Karena klo mau surga kita harus mati dulu. Tapi ini ga perlu harus mati. Yaitu kebahagiaan yang kita dapatkan di dunia. Entah apa tapi yang jelas bikin kita ga bisa ngomong apa-apa cuma bisa bilang terima kasih dan bilang klo Tuhan itu Keren Banget...
Diposting oleh Rizki Blog di 22.52 3 komentar
Kamis, 13 Mei 2010
Pelit Sedunia
Mungkin klo kita di beri julukan seperti itu kita akan merasa tidak enak. Tapi beda dengan apa yang saya rasakan. Aneh memang tapi itulah. Karena saya merasa bahwa di balik kepelitan tersimpan jalan menuju sukses.
Saya rela tidak menggunakan uang jajan yang di berikan oleh mama untuk mewujudkan apa yang saya impikan.
Bukan hal yang mahal saya cuma ingin beli film yang saya inginkan. Sebetulnya gampang saja saya tinggal minta sama mama nanti juga di belikan. Tapi rasanya gak akan puas rasanya gak ada kebanggaan di dalam diri saya. Hehehe....
Teman-teman saya selalu mengajak saya untuk makan tetapi saya tolak. Saya bilang klo saya sedang diet. Maksudnya diet demi dompet. Teman saya yang juga pelit lalu bilang klo saya itu terlalu pelit. Karena dia biarpun pelit klo urusan makan pasti di nomor satukan. Jadi pelitnya di nomor sekian begitu kira-kira.
Sebetulnya dari kepelitan yang saya derita saya jadi berinovasi dengan suka membantu mengerjakan tugas teman-teman saya yang kurang beruntung alias kena remedial. Bahkan tadinya saya berencana membuat iklan di koran atau klo tidak membuat pengumuman di mading sekolah bahwa saya menerima pesanan membuatkan tugas bagi anda yang mendapatkan musibah terkena remedial. Hahahah....
Saya selalu bersyukur kepada tuhan karena telah memberikan saya sifat kepelitan yang luar biasa karena dengan itu sekarang saya bisa membeli hal-hal yang saya mau sendiri tanpa bantuan dari teman-teman saya (tapi klo dari mama, masih tetep).
Jadi dengan ini jayalah kepelitan....
Diposting oleh Rizki Blog di 19.54 0 komentar
Rabu, 16 September 2009
Merancang Masa Depan
Gak terasa waktu cepat berlalu, badan terus tumbuh tinggi lemak bertebaran di mana-mana karena nafsu makan yang semakin besar.
Setiap hari adalah matematika karena setiap hari di awal kita memulai membuka mata kita akan mulai berhitung apa yang akan kita lakukan di satu hari ini.
Liat judulnya pasti semua berpikir bahwa bahasan kita kali ini bakal berat padahal cuma mau cerita, seorang guru di sekolah gak pernah putus-putusnya memberikan nasihat bahwa kita harus selalu merancang masa depan kita
Tercapai atau tidak itu semua urusan Tuhan. Masyarakat Indonesia yang telah dijajah selama 353,5 tahun ini. Memiliki kesulitan dalam merencanakan yang namanya masa depan.
Semakin beranjak dewasa kesulitan dalam merancang masa depan akan semakin sulit hal ini karena semakin kita bertambah usia kita semakin mengerti arti hidup ini. Sedangkan saat kita masih kecil kita bebas-bebas saja berbicara akan menjadi apa kita di masa yang akan datang.
Padahal seharusnya semakin kita mengenal dunia kita akan lebih mudah dalam merancang masa depan kita. Mengapa? Karena kita akan tau di mana tempat kita yang sebenarnya.
Saat kita gagal berarti kita telah merencanakan sebelumnya untuk gagal. Hal ini kembalia pada pikiran kita.
Jadi mulailah merancang masa depan kita....
Diposting oleh Rizki Blog di 20.31 0 komentar
Jumat, 31 Juli 2009
Sakit Gak Elit...
Kenapa judul posting kali ini aneh banget? Karena emang sakitnya juga aneh. Bermula pada hari Jumat malam setelah bergadang menghabiskan film yang sudah di beli. Sebetulnya malam itu rasa badan udah kayak sayur asem di campur sama sambel sama coca-cola, pokoknya intinya gak enak banget deh...
Tapi demi yang namanya menamatkan yang namanya film. Mau gak mau rasa gak enak itu di buang jauh-jauh.
Akhirnya setelah bertaham dengan keadaan yang tidak menyenangkan tadi, selesailah acara begadang kita malam itu. Dan akhirnya kita pergi tidur...
Pagi-pagi bangun seperti biasanya, tapi rasanya badan tambah gak enak. Walaupun hari itu liburan tapi karena ada panggilan hati maka pergilah dengan hati gembira berharap rasa gak enak yang tadi terasa jadi hilang.
Tapi keadaan gak berubah padahal siang sudah datang. Bikin pusing rasanya untuk napas aja susahnya minta ampun. Akhirnya dengan berat hati selama satu hari cuma bisa diem. Sebelum pulang ke rumah aku telepon mama minta nanti diantar pergi ke dokter 24 jam dekat rumah.
Padahal gak biasanya aku mau pergi ke dokter (biasanya mau sakit kayak gimana juga gak mau deh yang namanya pergi ke dokter). Sebetulnya alasan pergi ke dokter karena sedikit agak parno. Karena gejala yang di rasaain itu mirip sama ciri-ciri penyakit DBD yang di baca di internet (norak ya. Maklum gak biasa sakit. Lagian takut mati juga gara-gara penyakitnya gak di sembuhin klo emang bener itu DBD).
Akhirnya pulanglah. Di rumah mama sudah menunggu tinggal berangkat. Gak buang waktu karena emang hari itu jam di dinding sudah menunjukkan pukul 20.00.
Sampai di dokter karena emang sudah sepi jadi abis daftar langsung masuk. Mulailah ritual dokter di mulai. Pertama di tanya sakitnya apa, kapan mulai sakit, terus di seruh tidur di tempat tidur, di suruh napas. Selanjutnya diognosa pun keluar. Dan hasilnya adalah....
Sakit yang aku derita adalah akibat kurang makan (aku ngerasa bersalah sama orang tua karena klo di rumah mereka ngasih makan aku 3x sehari, tapi di luar aku gak pernah makan maklum pengen ngirit), kurang minum (ini juga biarpun air banyak tapi males minumnya), dan yang terakhir adalah hal yang membuat mama murka yaitu kurang tidur. Yak, sakit ini gara-gara kurang tidur. Tanpa babibu mama ceramah panjang lebar. Dan aku sebagai tersangka utama hanya dapat diam sambil mengambil langkah bagaimana cara supaya begadang tapi tetap aman... (pikiran yang bodoh)
Dari itu adik-adik di rumah jangan kebanyakan begadang...
Trus jadi kapok dong? Eits jangan salah itu hanyalah kesuksesan yang tertunda. Jadi tenang aja acara malam masih berlanjut...
Diposting oleh Rizki Blog di 03.20 0 komentar