Minggu, 30 Mei 2010

Semua Manusia Itu Artis

Percaya ga klo sebetulnya kita ini artis...
Pasti ga percaya. Tapi itulah kita manusia. Kita ini artis yang sedang memainkan lakon yang di buat oleh Tuhan. Seperti sinetron atau film pada umumnya, kita merencanakan sesuatu hal. Tetapi terwujud atau tidak nya tergantung pada Tuhan pemilik dari industri film dunia.
Kita tidak bisa memaksakan kehendak kita. Yang dapat kita lakukan hanya berusaha sekuat tenaga dan tetap memainkan lakon kita sampai Tuhan menyatakan bahwa lakon kita selesai atau tamat.

Jadi yang punya cita-cita jadi artis tapi ga kesampaian jangan nangis. Karena sebetulnya kita sudah jadi artis. Kita juga akan dapat penghargaan seperti artis pada umumnya. Bukan surga. Karena klo mau surga kita harus mati dulu. Tapi ini ga perlu harus mati. Yaitu kebahagiaan yang kita dapatkan di dunia. Entah apa tapi yang jelas bikin kita ga bisa ngomong apa-apa cuma bisa bilang terima kasih dan bilang klo Tuhan itu Keren Banget...

Read More..

Kamis, 13 Mei 2010

Pelit Sedunia

Mungkin klo kita di beri julukan seperti itu kita akan merasa tidak enak. Tapi beda dengan apa yang saya rasakan. Aneh memang tapi itulah. Karena saya merasa bahwa di balik kepelitan tersimpan jalan menuju sukses.
Saya rela tidak menggunakan uang jajan yang di berikan oleh mama untuk mewujudkan apa yang saya impikan.
Bukan hal yang mahal saya cuma ingin beli film yang saya inginkan. Sebetulnya gampang saja saya tinggal minta sama mama nanti juga di belikan. Tapi rasanya gak akan puas rasanya gak ada kebanggaan di dalam diri saya. Hehehe....
Teman-teman saya selalu mengajak saya untuk makan tetapi saya tolak. Saya bilang klo saya sedang diet. Maksudnya diet demi dompet. Teman saya yang juga pelit lalu bilang klo saya itu terlalu pelit. Karena dia biarpun pelit klo urusan makan pasti di nomor satukan. Jadi pelitnya di nomor sekian begitu kira-kira.
Sebetulnya dari kepelitan yang saya derita saya jadi berinovasi dengan suka membantu mengerjakan tugas teman-teman saya yang kurang beruntung alias kena remedial. Bahkan tadinya saya berencana membuat iklan di koran atau klo tidak membuat pengumuman di mading sekolah bahwa saya menerima pesanan membuatkan tugas bagi anda yang mendapatkan musibah terkena remedial. Hahahah....
Saya selalu bersyukur kepada tuhan karena telah memberikan saya sifat kepelitan yang luar biasa karena dengan itu sekarang saya bisa membeli hal-hal yang saya mau sendiri tanpa bantuan dari teman-teman saya (tapi klo dari mama, masih tetep).
Jadi dengan ini jayalah kepelitan....

Read More..

Rabu, 16 September 2009

Merancang Masa Depan

Gak terasa waktu cepat berlalu, badan terus tumbuh tinggi lemak bertebaran di mana-mana karena nafsu makan yang semakin besar.
Setiap hari adalah matematika karena setiap hari di awal kita memulai membuka mata kita akan mulai berhitung apa yang akan kita lakukan di satu hari ini.
Liat judulnya pasti semua berpikir bahwa bahasan kita kali ini bakal berat padahal cuma mau cerita, seorang guru di sekolah gak pernah putus-putusnya memberikan nasihat bahwa kita harus selalu merancang masa depan kita
Tercapai atau tidak itu semua urusan Tuhan. Masyarakat Indonesia yang telah dijajah selama 353,5 tahun ini. Memiliki kesulitan dalam merencanakan yang namanya masa depan.
Semakin beranjak dewasa kesulitan dalam merancang masa depan akan semakin sulit hal ini karena semakin kita bertambah usia kita semakin mengerti arti hidup ini. Sedangkan saat kita masih kecil kita bebas-bebas saja berbicara akan menjadi apa kita di masa yang akan datang.
Padahal seharusnya semakin kita mengenal dunia kita akan lebih mudah dalam merancang masa depan kita. Mengapa? Karena kita akan tau di mana tempat kita yang sebenarnya.
Saat kita gagal berarti kita telah merencanakan sebelumnya untuk gagal. Hal ini kembalia pada pikiran kita.
Jadi mulailah merancang masa depan kita....

Read More..

Jumat, 31 Juli 2009

Sakit Gak Elit...

Kenapa judul posting kali ini aneh banget? Karena emang sakitnya juga aneh. Bermula pada hari Jumat malam setelah bergadang menghabiskan film yang sudah di beli. Sebetulnya malam itu rasa badan udah kayak sayur asem di campur sama sambel sama coca-cola, pokoknya intinya gak enak banget deh...
Tapi demi yang namanya menamatkan yang namanya film. Mau gak mau rasa gak enak itu di buang jauh-jauh.
Akhirnya setelah bertaham dengan keadaan yang tidak menyenangkan tadi, selesailah acara begadang kita malam itu. Dan akhirnya kita pergi tidur...
Pagi-pagi bangun seperti biasanya, tapi rasanya badan tambah gak enak. Walaupun hari itu liburan tapi karena ada panggilan hati maka pergilah dengan hati gembira berharap rasa gak enak yang tadi terasa jadi hilang.
Tapi keadaan gak berubah padahal siang sudah datang. Bikin pusing rasanya untuk napas aja susahnya minta ampun. Akhirnya dengan berat hati selama satu hari cuma bisa diem. Sebelum pulang ke rumah aku telepon mama minta nanti diantar pergi ke dokter 24 jam dekat rumah.
Padahal gak biasanya aku mau pergi ke dokter (biasanya mau sakit kayak gimana juga gak mau deh yang namanya pergi ke dokter). Sebetulnya alasan pergi ke dokter karena sedikit agak parno. Karena gejala yang di rasaain itu mirip sama ciri-ciri penyakit DBD yang di baca di internet (norak ya. Maklum gak biasa sakit. Lagian takut mati juga gara-gara penyakitnya gak di sembuhin klo emang bener itu DBD).
Akhirnya pulanglah. Di rumah mama sudah menunggu tinggal berangkat. Gak buang waktu karena emang hari itu jam di dinding sudah menunjukkan pukul 20.00.
Sampai di dokter karena emang sudah sepi jadi abis daftar langsung masuk. Mulailah ritual dokter di mulai. Pertama di tanya sakitnya apa, kapan mulai sakit, terus di seruh tidur di tempat tidur, di suruh napas. Selanjutnya diognosa pun keluar. Dan hasilnya adalah....
Sakit yang aku derita adalah akibat kurang makan (aku ngerasa bersalah sama orang tua karena klo di rumah mereka ngasih makan aku 3x sehari, tapi di luar aku gak pernah makan maklum pengen ngirit), kurang minum (ini juga biarpun air banyak tapi males minumnya), dan yang terakhir adalah hal yang membuat mama murka yaitu kurang tidur. Yak, sakit ini gara-gara kurang tidur. Tanpa babibu mama ceramah panjang lebar. Dan aku sebagai tersangka utama hanya dapat diam sambil mengambil langkah bagaimana cara supaya begadang tapi tetap aman... (pikiran yang bodoh)
Dari itu adik-adik di rumah jangan kebanyakan begadang...
Trus jadi kapok dong? Eits jangan salah itu hanyalah kesuksesan yang tertunda. Jadi tenang aja acara malam masih berlanjut...

Read More..

Jumat, 29 Mei 2009

Dikejar Anjing…

Mungkin jika kita mendengar judul yang satu ini banyak orang akan langsung mengatakan “Kok, sama!”, “Kasian banget sih!”
Terserah orang mau bilang apa, tapi inilah yang terjadi pada diriku beberapa hari yang lalu.
Tepatnya saat akan ke sekolah ku yang tercinta
Seperti biasa, bangun pagi sarapan baru mandi (jorok banget, ya. Don’t try this at home, hanya untuk profesional dan terlatih). Setelah selesai beres-beres, pake baju dan semua ritual yang di lakuin sebelum pergi kesekolah. Tiba saatnya berpamitan lalu berangkat ke sekolah.
Waktu mau berangkat ke sekolah, Mama ngomong “Ati-ati ada anjing lepas!” begitu bunyinya. Memang sekedar untuk pemberitahuan, wilayah tempat tinggal ku warganya nggak ada yang punya anjing kecuali, satu orang.
Kebiasaan anjing ini sih sama aja sama anjing yang lain suka ngegonggong sama kencing berdiri (tapi bukan anjing yang kaki dua, loh!). Dan yang mengerikan adalah dia (si anjing) seneng banget jalan-jalan keliling kampung tanpa menggunakan baju. Wah, gawat…
Yak, balik lagi. Akhirnya dengan semangat 45’ aku pun berangkat. Walaupun dalam hati masih kepikiran apa yang tadi di bilang sama Mama. Dalam hati terus berdoa supaya bisa selamat sampe naik angkot.
Sampe di sebuah gang kecil aku merasakan hal yang aneh. Ada yang ngikutin. Nah, loh. Jangan-jangan ketan… eh, maksudnya setan. Tapi di pikr-pikir lagi ga mungkin masa pagi-pagi ada setan.
Pasti manusia. Tapi kok keanehan timbul lagi, kenapa orang itu gak cepet-cepet ke depan padahal aku udah ngasih jalan untuk dia jalan duluan. Jangan-jangan dia suka lagi sama aku (penyakit geer kambuh).
Akhirnya aku jalan dengan biasa aja. Sampe di jalan yang agak lebar dari gang tadi.
Tiba-tiba aku di kejutkan dengan sesosok mahluk hitam. Dan ternyata dia adalah anjing hitam yang tadi pagi di gosipin sama Mama gara-gara katanya mau cerai sama majikannya dan sedang mencari majikan baru, tapi pengennya majikan baru itu masih muda alias berondong (mang nya artis).
So, pasti melihat sesosok mahluk seperti itu membuat jantungku kembang-kempis. Akhirnya aku teruskan perjalanan, soalnya kalau gak nanti bisa telat sampe sekolah.
Pengen rasanya aku berlari tapi apa daya takut si anjing merasa kalau lagi main Kuch-Kuch Hota Hai
Aku pun biasa berjalan, di belakang selain anjing yang mengikuti ternyata ada segerombolan anak-anak kecil yang memberikan semangat kepada diriku untuk terus berjalan dan tidak berlari (lagian siapa juga yang mau lari orang kaki aja lemes nya minta ampun).
Akhirnya sampailah aku di jalan besar tanpa pikir panjang segera ambil langkah seribu, gara-gara ketakutan. Hampir saja aku mencium apeknya bau mobil.
Saat sudah sampai di seberang aku langsung naik angkot. Aduh, jantung ini rasanya mau copot. Untung itu anjing ga bisa nyebrang jadi bisa aman.
Hikmah dari cerita ini adalah jangan lupa cuci kaki karena mungkin saja si anjing mengira bau kaki kita seperti bau temannya.

Read More..